Sirosis Hati Adalah Penyakit Mematikan
0 Comments

Sirosis hati adalah tahap akhir dari jaringan parut (fibrosis) hati yang disebabkan oleh berbagai bentuk penyakit dan kondisi hati, seperti hepatitis dan alkoholisme kronis. Setiap kali hati Anda terluka entah karena penyakit, konsumsi alkohol yang berlebihan atau penyebab lain, hati mencoba untuk memperbaiki dirinya sendiri. Dalam prosesnya, jaringan parut terbentuk. Dengan semakin berkembangnya sirosis, semakin banyak jaringan parut yang membuat hati sulit berfungsi (sirosis dekompensasi). Sirosis lanjut akan mengancam jiwa penderita. Kerusakan hati yang dilakukan oleh sirosis umumnya tidak dapat di urungkan.

Sirosis sering tidak memiliki tanda atau gejala sampai kerusakan hati meluas. Ketika tanda dan gejala muncul, mereka mungkin termasuk:

  • Kelelahan.
  • Mudah berdarah atau memar.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mual.
  • Bengkak di kaki, kaki, atau pergelangan kaki (edema).
  • Penurunan berat badan.
  • Kulit yang gatal.
  • Perubahan warna kuning pada kulit dan mata (jaundice).
  • Akumulasi cairan di perut Anda (asites).
  • Pembuluh darah seperti laba-laba di kulit Anda .
  • Kemerahan di telapak tangan.
  • Bagi wanita, tidak ada atau kehilangan menstruasi yang tidak berhubungan dengan menopause.
  • Untuk pria, kehilangan gairah seks, pembesaran payudara (ginekomastia) atau atrofi testis.
  • Kebingungan, kantuk dan bicara cadel (ensefalopati hepatik).

Buat janji dengan dokter Anda jika Anda memiliki tanda atau gejala yang tercantum di atas.

Berbagai macam penyakit dan kondisi dapat merusak hati dan menyebabkan sirosis. Beberapa penyebab termasuk:

  1. Penyalahgunaan alkohol kronis.
  2. Hepatitis virus kronis (hepatitis B, C dan D).
  3. Akumulasi lemak di hati (penyakit hati berlemak nonalkohol).
  4. Penumpukan zat besi dalam tubuh (hemochromatosis).
  5. Cystic fibrosis.
  6. Tembaga terakumulasi di hati (penyakit Wilson).
  7. Saluran empedu yang terbentuk dengan buruk (atresia bilier).
  8. Kekurangan antitripsin alfa-1.
  9. Gangguan metabolisme gula yang diturunkan (galaktosemia atau penyakit penyimpanan glikogen).
  10. Gangguan pencernaan genetik (Alagille syndrome).
  11. Penyakit hati yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh Anda (hepatitis autoimun).
  12. Penghancuran saluran empedu (sirosis bilier primer).
  13. Pengerasan dan jaringan parut pada saluran empedu (primary sclerosing cholangitis).
  14. Infeksi, seperti sifilis atau brucellosis.
  15. Obat-obatan, termasuk metotreksat atau isoniazid.

Faktor resiko:

  1. Minum terlalu banyak alkohol. Konsumsi alkohol yang berlebihan merupakan faktor resiko untuk sirosis.
  2. Kelebihan berat badan. Menjadi gemuk meningkatkan resiko kondisi yang dapat menyebabkan sirosis, seperti penyakit hati berlemak nonalkohol dan steatohepatitis nonalkohol.
  3. Mengalami hepatitis virus. Tidak semua orang dengan hepatitis kronis akan mengalami sirosis, tetapi itu adalah salah satu penyebab utama penyakit hati di dunia.

Komplikasi sirosis dapat meliputi:

  • Penyakit kuning.

Penyakit kuning terjadi ketika hati yang sakit tidak mengeluarkan cukup bilirubin, produk limbah darah, dari darah Anda. Penyakit kuning menyebabkan kulit menguning dan bagian putih mata serta urin menjadi gelap.

  • Penyakit tulang.

Beberapa orang dengan sirosis kehilangan kekuatan tulang dan memiliki resiko patah tulang yang lebih besar.

  • Peningkatan resiko kanker hati.

Sebagian besar orang yang menderita kanker hati memiliki sirosis yang sudah ada sebelumnya.

  • Sirosis akut-kronis.

Beberapa orang akhirnya mengalami kegagalan multiorgan. Para peneliti sekarang percaya ini adalah komplikasi yang berbeda pada beberapa orang yang memiliki sirosis, tetapi mereka tidak sepenuhnya memahami penyebabnya.

Hati merupakan organ penting tugas utama hati adalah menyaring darah yang berasal dari saluran pencernaan, sebelum meneruskannya ke seluruh tubuh. Hati juga mendetoksifikasi bahan kimia dan memetabolisme obat. Sirosis hati adalah salah satu resiko kerusakan hati, bicarakan dengan dokter Anda tentang cara Anda sehingga dapat mengurangi resiko.

shares